Perjalanan seorang fotografer dalam mengejar cahaya
Lahir dan besar di Jakarta, saya mulai mengenal dunia fotografi sejak duduk di bangku SMA, ketika pertama kali memegang kamera analog milik ayah. Sejak saat itu, saya jatuh cinta pada kemampuan kamera untuk membekukan waktu dan menyimpan emosi dalam satu bingkai.
Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang seni fotografi, saya memutuskan menjadi fotografer penuh waktu pada 2017. Di tengah perjalanan itu, saya juga mendalami dunia pemrograman dan kini aktif sebagai developer web — membangun website untuk UMKM, pesantren, hingga perusahaan.
Saya percaya bahwa menjadi kreator bukan hanya soal memegang kamera atau menulis kode, tetapi tentang mendengarkan cerita orang lain dan mewujudkannya dengan jujur.
Tahun Pengalaman
Proyek Foto
Website Dibuat
Klien Bahagia
Mengikuti kursus fotografi dan magang di studio lokal, mendalami teknik komposisi dan pencahayaan.
Memulai karier profesional sebagai fotografer freelance, fokus pada akad nikah dan potret hijab.
Mendokumentasikan akad nikah ke-100, menjadi titik balik kepercayaan klien terhadap karya saya.
Mendalami HTML, CSS, dan JavaScript secara otodidak di sela aktivitas fotografi.
Mulai menerima proyek pembuatan website untuk UMKM, pesantren, dan perusahaan.
Mendokumentasikan keindahan masjid-masjid bersejarah di Indonesia untuk karya fine art.
Terus berkarya di dua dunia: mengabadikan momen lewat lensa dan membangun karya digital lewat kode.
Peralatan profesional untuk hasil yang konsisten dan berkualitas tinggi.
Full-frame mirrorless 45MP untuk detail tajam di segala kondisi.
Lensa 24-70mm f/2.8, 70-200mm f/2.8, dan 50mm f/1.2.
Profoto B10 dan softbox untuk pencahayaan studio yang halus.
Drone sinematik untuk sudut pandang aerial yang memukau.